Sabtu, 14 Desember 2013

AMANT IN PLUVIAM

UNUS: KALA HUJAN MENYAPA
Hujan sedang menghiasi langit kota White Coral. banjir dijalanan setinggi mata kaki masih menggenang dijalanan. jalananpun tampak sepi. why? sejak hujan ini turun, orang-orang memilih berteduh ditempat yang disediakan. memang, di White Coral ada tempat tersendiri untuk berteduh saat hujan. di tempat itu ada handuk dan coklat panas.

tapi, dasar si Chayene. mentang-mentang ia membawa baju ganti, yaiitu kaos berlengan pendek, ia melepas seragam dan sepatunya dan memasukkannya kedalam tas. tasnya sendiri anti air. ia pun bersepeda ria menantang hujan.

"Yipppieee!!!". seru Chayene. ia sangat menikmati kebebasan yang ia rasakan. kebebasan hakiki yang diberikan Tuhan pada setiap hamba-Nya.
***
Chayene berbelok disebuah gang yang lumayan kecil. mungkin bisa dilewati mobil, tapi hanyalah sedan. jalanan di gang pun sepi.

hujan kembali deras. dan pasti, orang-orang malas keluar. aih, jangankan manusia, burung pun mungkin ogah keluar. tapi, ya namanya Chayene, sederas apapun hujan, tak akan jadi rintangan.

tiba-tiba, Chayene mengerem sepedanya dan meminggirkannya. apa ia mau berteduh? bukan! dia melihat seekor kucing kecil yang kehujanan di tengah jalan. chayene turun dari sepedanya dan menghampiri kucing tersebut.

tak jauh dari tempat Chayene, sebuah mobil sedan mewah milik keluarga istana terpakir. rupanya, mobil itu bannya kempes. didalam mobil itu, ada seorang Putra Mahkota berwajah dingin bersama asisten pribadinya sedang menunggu supirnya mengganti ban.
'' Apa Yang Mulia ingin sesuatu?". tanya asistennnya.
"apa kau tidak lihat, aku sedang kehausan?". bentak Putra Mahkota.
"maafkan hamba, Ynag Mulia". ucap asistennya ketakutan.
"ah, sudahlah!". tukas Putra Mahkota. "sana, belikan aku minu dan cemilan! cepat!". asistennya hanya menggangguk. dg cepat, asisten itu mengambil payung dan keluar.

"dasar tidak berguna". umpat Putra Mahkota dingin.
Putra Mahkota merasa jenuh berada di mobil. ia menegdarkan pandangannya ke kaca mobil depan. tak sengaja, matanya menangkap sosok Chayene yang sedang mengelus-elus anak kucing yang ekhujanan

'' Apa yang dilakukan gadis itu?". tanya Putra Mahkota. "apa gadis itu gila? hujan-hujanan di tengah jalan?". sekilas, terbit senyum Putra Mahkota yang telah lama membeku.

tak lama kemudian, sebuah truk melaju dari arah belakan Chayene. mungkin karena terlalu asyiek, Chayene tdk mendengarnya. dan jelas, Putra Mahkota terkejut melihat seorang gadis hujan-hujanan yang akan tertabrak dan tidak segera menyingkir. tanpa pikir panjang, Putra Mahkota segera keluar tanpa payung.
***
"kamu kasihan sekali!" ucap Chayene. "pasti kedinginan". chayene masih tidak tahu kalua ada truk dibelakangnya.
"awass!!!!!". seru Putra Mahkota. entah mengapa, Chayene malah mendengar suara Putra Mahkota dari pada suara klakson truk. dan pasti, Chayene menoleh. " ada truk dibelakangmu!". teriak Putra Mahkota. Chayene terkejut.

waktu serasa lambat. truk semakin mendekati tubuh Chayene. Chayene yang terkejut tubuhnya pun mematung. untunglah, sang Putra Mahkota tepat waktu. ia segera menarik Chayene menyingkir.

"hah..hah..hah..". nafas Chayene dan Putra Mahkota tersenggal-senggal.
"kau tak apa?". tanya Putra Mahkota.
"ya, aku baik-baik saja!". jawab Chayene. "terima kasih". sesaat sang Putra Mahkota flashback ke masa lalu. chayene mengingatkannya pada seseorang. seorang gadis yang amat dicintainya dan hilang entah kemana. dg serta merta, Putra Mahkota memeluk Chayene.
"ah!".
***
"um.. maaf". ucap Chayene. "Jika kau terus memelukku, anak kucing ini tak akan bisa bernafas". PM tersentak. buru-buru ia melepas pelukannya.

PM teringat apa yang baru saja terjadi. secepat kilat berlari, ia mendelik ke arah Chayene. "apa yang kau lakukan tadi? kau mau mati?". tanya PM. Chayene hanya tersenyum. "aku hanya menyelamatkan anak kucing ini". jawab Chayene sambil mengangkat anak kucing yg ia pegang. "lagi pula, sipa yang mau mati? mau hidup ajha susah!".
"dasar kau ini! menyelamatkan kucing tapi melupakan diri sendiri".
"kan kasihan". Chayene semakin tinggi mengangkat anak kucingnya.
"singkirkan mahluk berbulu ini!". perintah PM kesal. Chayene tertawa. ia menurunkan kucingnya.
"hewan ini namanya kucing! bukan makhluk berbulu!". goda Chayene.

5 detik kemudian, PM sadar bahwa jas mahalnya basah karena hujan.
"Argggghhhh!". teriaknya. "lihat apa yang kau lakukan?".
" hello! please, nggak pakai teriak bisa kan?". balas Chayene. "lihat apa?".
"aku basah kuyup!". jawab PM marah.
"iya aku tahu! lalu kenapa?"
"beraninya kau padaku! apa kau tak tahu, kalau aku Putra Mahkota?".
"tahu!".
kau ini....! apa kau mau tanggung jawab jika aku sakit? lalu bagaimana rapatku besok dengan para menteri, para DPR, lalu acara penyambutan Pangeran Franklin? lalu...".
uacapan PM terputus karena ia ditarik Chayene berteduh.
"sudah kan? kau tak kehujanan lagi kan?". tanya Chayene.
"tapi aku masih kedinginan!!!!" jawab PM geram. "bagaimana law aku sakit? lau rapatku...". bukk!!. ucapan Pm terputus saat sebuah sweater hangat mendarat ditubuhnya.
"pakailah itu!". suruh Chayene.
"aku baru tahu, ternyata putra mahkota itu sangat cerewet!". sindir Chayene pada PM yang telah selesai memakai sweater hangatnya. jelas, PM sangat geram.
"apa maksudmu?". tanya PM.
"bukankah kau anak SMA? tapi mengapa kau tak mengerti maksudku? apa kau tak lulus SMP?". tanya Chayene balik.
"jika bukan karena kau telah meminjamiku sweater ini, aku pasti sudah memenjarakanmu!".
"heh, dasar! setahuku, keluarga kerajaan tidak boleh mencampuri urusan politik kecuali Putri Mahkota deh?". tukas Chayene. PM mendelik sebal ke arah Chayene.
"apa?". tanya Chayene. PM hanya membuang muka.

mereka berdua menunggu hujan reda bersama. suasana diantara mereka berdua dingin sedingin hujan.
"padahal, seharusnya seorang laki-laki yang memberikan jaketnya pada perempuan saat hujan". ucap PM dingin. dukk!!. sebuah tinju mendarat di kepala PM.
"Awwww!!". erang PM. ia memegangi kepalanya yang sakit. "beraninya kau!". Chayene hanya tersenyum. "apa maksudmu tersenyum begitu?".
"ya, karna aku pikir kau sedang tertidur". jawab Chayene.
"apa kau buta? mataku terbuka sedari tadi!".
"bukannya aku buta tapi, ini dunia nyata putra mahkota! siapapun boleh melakukannya!".
"tapi tak usah memukul kepalaku!".
"hi..hi...hi...", Chayene tertawa kecil. lalu, ia melihat nama dada PM yang ada di seragam PM. "baiklah, kak Gen Yuries Sven". chayene mendongakkan kepalanya lalu tersenyum. "aku minta maaf!".

amarah PM alias Gen mereda seiring melihat senyum Chayene. senyum manis itu mirip Putri mahkotanya yg hilang.
"baiklah! permintaan maaf diterima!". ucap Gen menghilangkan flashbacknya.

"Yang Mulia!". seru asisten Gen yang membawa payung. jelass, Chayene dan Gen menoleh ke sumber suara.
"dasar orang itu!". umpat Gen. "kemana saja dia dari tadi?". puk!. Chayene menepuk pundak Gen.
"kakak Gen yng mendapat gelar Putra Mahkota". ucap Chayene. "hargailah dia! dia sudah mau membawakan payung untukmu!".
"tapi dia asistenku! itu memang tugasnya!". balas Gen.
"apakah pantas, seorang calon Raja Allica tidak menghargai rakyatnya? dia itu rakyatmu!". jelas Chayene.
"Ah baiklah! aku akan menghargai dan pulang!". tukas Gen kesal. "tunggu sebentar". Gen merogoh sakunya dan mencari sesuatu. "ah! ini dia!". Gen mengeluarkan sebuah kalung yang bermata berlian indah namun berbentuk setengah hati. "ini!". ucap Gen menyerahkan kalun itu pada Chayene.

Chayene mnerimanya dengan ragu. "untuk apa?". tanya Chayene.
"sebagai ganti sweatermu". jawab Gen. "aku suka sweater mu. jadi kupikir aku akan memintanya dan menukarnya dengan kalungku". Chayene tersenyum
"baiklah". jawab Chayene. "tapi, bukankah ini berpasangan?". Gen hanya memandang langit yang masih hujan.
"tentu kau tahu bukan tentang Putri Mahkota yang menghilang?". tanya Gen. Chayene mengangguk pelan. "kalung itu memiliki pasangan sebuah gelang berlian yang berbentuk setengah hati pula. gelang itu ku berikan pada Putri Mahkota ku yang dulu. dan sekarang gelang itu menghilang bersamaan dengan hilangnya dirinya". Chayene merasa bersalah mendengar penjelasan Gen.
"maafkan aku". ucap Chayene. "tapi setahuku....". Chayene tidak meneruskan pembicaraannya.
"kau tahu apa?". tanya Gen. Chayene menggeleng.
"ah sudahlah!. lupakan saja". kilah Chayene. "pergilah, kasihan asistenmu". Gen hanya mengangguk. Gen-pun beranjak pergi.

"oh ya, aku lupa. siapa namamu?". Tanya Gen. lagi-lagi, Chayene tersenyum.
"namaku Chayene Clairyne Lavoique. siswi kelas X Shine Star Senior High School". jawab Chayene.
"ingat Chayene. kau sudah berurusan dengan Putra Mahkota. hidupmu tak akan tenang". canda Gen. Chayene tertawa kecil.
"kita lihat saja nanti!".

Gen memasuki mobilnya. mobil itu telah melaju pergi meninggalkan Chayene.

sejenak Chayene terdiam. tangannya masih menggenggam kalung pemberian Gen. ia meraba saku roknya. ia mengambil sesuatu. sebuah gelang berlian berbentuk setengah hati.
"apa mereka berpasangan?". Tanya Chayene sembari memandang kalung dan gelang berlian itu.

senja mulai menyapa. dan senja tak mau beritahu pada Chayene yang sesungguhnya.
***
 * hmmmm, ini karya pertama saya yg saya posting. untuk cerita ini pastinya sequel dan ada lanjutannya ya..... jadi mohon ditunggu. tolong beri masukan dan saya mohon jangan jadi silent reader, okay???? 
 
 
 
 
 
 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar